SAAT KAU PERGI

SAAT KAU PERGI

BENAR-BENAR PERGI (pudja)

Tuhan berikan aku kekuatan
Sebelum dia meninggalkan aku
Tuhan beriku jalan
Karean diriku masih mencinatainya

Tak sanggup aku menahan
Perihnya dalam hatiku
Tak sanggup aku bertahan
Dalam kesedihan

Bila waktu malam akan datang
Ku tak mau sendirian
Ingin selalu ditemani kamu
Memelukku dalam kesepian

Bila waktu malam mulai sunyi
Ku tak mau di tinggal sendiri
ingin selalu sama-sama kamu
Hingga nanti kamu benar-benar pergi

Sebait lagu dinyanyikan Radian, dengan dentingan gitar dan dengan ditemani gemerisik air hujan yang menyentuh pelataran bumi dan dedaunan.
Radian berkata pada malam yang sunyi! apa ini yang harus aku jalani? akh munkin ini hanya sementara untuk menguji cintaku pada bidadariku….
Tapi ini akan berakhir?
Apa ini semua hanya mimpi?
Apa mungkin aku merengkuh bulan yang ada di langit sana? hm…. mungkin juga tapi nanti jikalau aku seperti Neil Amstrong…

Tadi aku ketemu bidadariku di sekolah, dia bilang hanya aku dan hanya aku yang ia cintai. Aku bahagia sekali kalau saja semua ini akan abadi, aku tak akan meminta bidadari lainnya seperti raja yang menginginkan permasuri yang lebih dari satu.

Aku hanya cukup memiliki dia dan selalu ada disampingnya…..
Di ingat dalam memory ternyata perjalanan cintaku hampir setahun lebih, dia yang hanya bisa membuat aku bisa menjalani hidup ini dengan indah, dia adalah terang dalam gelapku dan putih dalam hitamku dan dia bagiku sempurna, dia adalah impianku. Tapi aku yakin ini semua hanya sementara yang mungkin akan berakhir sekarang, esok atau lusa.

Aku sempat berjanji akan jadi yang terbaik baginya dan hanya aku yang mencintainya lebih dari apapun dan takkan ada orang lain yang melebihi semua cintaku ini. dia tersenyum dengan semua ucap kataku. Aku sungguh begitu mencintainya, dan takkan ada wanita lain yang bisa menggantikan dia dalam hatiku. Ucapku ini bukan sekedar foto copy dari sinetron atau buku karangan tapi ini semua hadir dalam hatiku yang tanpa sadar ku ungkapkan untuk bidadariku.

Radaian…….
Ibuku memanggilku dengan suara lantang dari ruang depan, aku segera menghampirinya. Dan ternyata ada tamu. Oh ternyata bidadariku, dia hadir saat ku mengenang apa yang tadi terjadi. Perbincanganku dengannya begitu menjadi momen terindah dalam hati. Kami saling mengikat janji untuk setia, meski luka yang nantinya aku terima….
Malam pekat, tapi mata ini sulit kupejamikan, apakah bidadariku mengingatku sekarang? Apakah dia tau aku tak bisa tidur memikirkannya.

Mungkin cinta tak selamanya berfihak pada pemiliknya
Dan cinta itu hanya bisa jadikan momory indah
Memory yang semua orang tak pernah sama
Apa yang mereka lalui

Tuhan ciptakan cinta untuk setiap insan
Dan cinta itu mengandung kebahagiaan yang beragam
Kadang cinta itu kupikir takkan berakhir
Dan akan selalu abadi bahagia
Begitupun dengan cintaku pada bidadariku

Senyumku bagaikan tulisan usang
Yang mungkin tak ada manisnya untuk bidadariku
Namun cintaku takkan usang seperti itu
Cintaku abadi untuk bidadariku

Pena sempat Radian goreskan pada sobekan kertas yang terletak di meja belajarnya, dan hingga ia terlelap tidur di meja tersebut.
Ternyata apa yang kita harapkan selama ini terwujud wahai bidadariku, kau jadi pendampingku untuk selamanya. Kau dan aku duduk di pelaminan setelah kita saling mengikat janji di depan penghulu. Oh….. bidadariku, kebahagiaanku ternyata lengkap sudah atas semua ini……..
Kadang orang berfikir pernikahan adalah hal sulit, tapi cinta yang kuat antara kita akan menepis semua kata itu.

Teeeeeeeeeeeeeeetttttttt………. alarm Radianberbunyi dengan kerasnya, hingga membangunkan Radian dari mimpinya.
Radaian berdian diri sejenak, ternyata ini semua hanya mimpi yang takkan jadi kenyataan.
Cinta,,,,, akh ternyata hanya membuat aku jadi tak berdaya untuk semua yang telah dilalui.

Hari minggu yang cerah, bel rumah Radian berbunyi begitu kerasnya dan Radianpun membukakan pintu rumahnya dan ternyata bidadariku yang datang. Silahkan duduk tuan putriku, dan Lusipun duduk berdampingan dengan Radian.

Yan, maksud kedatangan aku kesini ada yang perlu aku omongin ma kamu, aku tau cinta kamu begitu besar terhadap aku. Cinta kita begitu dalam Yan, dan takkan habis dimakan zaman. Aku tau cintamu begitu besar dan takkan ada cinta yang bisa melebihi cintamu padaku begitupun dengan cintaku terhadap mu Yan…
Tapi aku tak bisa menentang keinginan orangtuaku, cinta kita akan menjadi sebuah memory indah dalam hidup ita. Meski dia yang ada sisampingku nanati, cintamu abadi dalam hatiku. Memang luka yang kini kita rasa, tapi entah apa yang akan terjadi di kemudian hari…

Lusi menyodorkan sebuah undangan berwarna biru, esok hari pertunanganku dengannya Yan, aku tau ini semua sakit bagi kita. Tapi aku tak ingin menyakiti orangtuaku dan tak ingin jadi anak durhaka…

Air mata berlinang di bola mata Lusi yang bersandar di pelukan Radian, Radian dan Lusi hanya bungkam seribu bahasa tanpa ucapan kata-kata. Hanya suara tangisan Lusi yang memecah kesunyian itu. Radian berkata, bidadariku jangan kau tangisi semua ini. Cintaku padamu akan selalu abadi untuk mu, Radian menghapus air mata yang membasahi pipi Lusi. Aku relakan kau untuknya, demi cintaku padamu aku akan berjanji takkan ada cinta lain seperti cintaku padamu.

Baiklah, aku pergi Yan. Radian memberikan pelukan dan kecupan di kening sebagai tanda terakhir mereka. Dengan linangan air mata Lusi beranjak pergi dari hadapan Radaian yang terpaku tanpa kata menatap kepergian Lusi hingga menghilang di balik pintu rumahnya.

Tuhan….
Ternyata kau beri jawaban dari semua itu
Ternyata kau ambil bidadariku
Kau buatku menjadi manusia yang tabah
Meski sepotong luka masih menyiksaku

Ending dari cerita ini adalah kisah Radian seorang laki-laki yang mempunyai cinta sangat besar terhadap seorang wanita yang bernama Lusi, yang esok hari akan bertunangan dengan lelaki pilihan orang tuanya. Lusi adalah wanita yang sangat Radian cintai dan hanya dia yang membuat Radian lebih dewasa dan mengerti akan warna hidup. Kesedihan Radian bukan hanya itu, ternyata orang yang dijodohkan orangtua Lusi kepada Lusi adalah kaka kandung Radian.

Pesan:
Demi cinta kita untuknya, relakan lah demi kebahagiaannya.
Cinta sejati tak harus saling memiliki. Tapi memberikan kebahagiaan
adalah jalan terbaik.

By.
Yeti Kusmawati

2 Komentar »

  1. lintasmarketing Berkata:

    Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di Lintasberita.com akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk WordPress dengan installasi mudah.
    Kami berharap bisa meningkatkan kerjasama dengan memasangkan WIDGET Lintas Berita di website Anda sehingga akan lebih mudah mempopulerkan artikel Anda untuk seluruh pembaca di seluruh nusantara dan menambah incoming traffic di website Anda. Salam!

    • jaloetea Berkata:

      gimana caranya??????


{ Pengumpan RSS untuk komentar di postingan ini} · { URI Lacak Balik }

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.