PERSAHABATAN

Nit gimana kabar loe sekarang?
Ternyata liburan bikin kita pengen benget ketemu alias kangen yach.
Loe liburan kemana aja Nit?
Gw ke Surabaya Cik ke rumah nenek gw ikut bokap sama nyokap gw.
Loe sendiri liburan kemana?
Gw ke Bali ma kakak gw sekalian kakak gw nemuin calon istrinya. Bt juga si gw ikut ke sana cuma jadi kambing conge aja.
Dalam diamnya Nita merasa bersalah terhadap Cika, namun begitu Nita tetap tidak mau berkata jujur atas apa yang telah terjadi. Ia hanya diam, dan semua itu membuat Cika bingung atas apa yang terjadi pada Nita karena Nita tak mau cerita.
Namun Cika tak mau memaksa Nita untuk cerita, Cika pun membiarkan Nita diam dalam lamunannya.
Tapi Cika merasa penasaran juga…..
Tapi kediaman Nita buyar ketika Cika bertanya pada Nita. Nit loe kenapa ga cerita kalau loe lagi ada masalah. Loe jangan diem kaya gini, gw jadi bingung!
Gw ga kenapa-kenapa ko Cika, gw cuma kecapean aja kali kan semalam gw baru datang.
Ohya Nit semenjak liburang gw ngerasa aneh sama sikap Rangga deh, dia jarang hubungin gw, kalau gw telpon jarang diangkat, gw sms jarang di bales. Kenapa ya dia? Ah yang bener Cik? masa sih? loe kan cwnya jawab Nita. Justru gw bingung sama sikap dia ujar cika.
Perbincangan mereka berhenti saat bel masuk tiba, eh Nit dah bel tuh kita masuk yu ajak Cika. Kamu duluan deh Cik gw mu ketoilet dulu. Ya udah aku duluan ya Nit.
Di tolilet Nita hanya diam, ia semakin merasa bingung dengan semuanya, tanpa sadar hp Nita bergetar dan di sana ada sms yang isinya “sayang pulang sekolah aku jemput yah, tapi setelah 15 menit bel pulang! oxe? LOVE YOU” Nita membalasnya “Ya dech”.
Nita masuk kelas ketika sudah ada guru, tapi gurunya mengerti dengan keterangan Nita yang telat karena pergi ke toilet.
Bel pulang berbunyi, Cika dan Nita beserta siswa lainnya berhamburan ke luar kelas.
Nita loe mu bareng gw ga? gw dah di jemput supir gw tuh, tenang aja gw anterin sampe rumah ko! gimana? Maksih dech Cik, gw ada urusan dulu jadi mending loe duluan aja. Ya udah dech gw pulang duluan gw juga mu buru-buru telpon Rangga, gw dah kangen banget sama dia! Udah 2 minggu ga ketemu ga da kabar lagi.
Setelah Cika masuk ke mobilnya dan mobilnya lenyap di balik pintu gerbang. Tak lama kemudian dari arah gerbang pinggir muncul seorang pria dengan mengendarai motor kawasaki ninja biru, dia adalah orang yang di tunggu Nita sejak 15 menit lalu.
Sory lama yach sayang ujar pria yang mengendari motor kawasaki tersebut, ga ko ujar Nita dengan senyum yang dilontarkan Nita pada pria pujaan hatinya itu. Ya udah kita mau langsung pulang atau mau makan dulu ujar pria tersebut! Kita langsung pulang aja dech, kita makan di rumah aja yach aku lagi ga mood main ke luar jawab Nita. Nita pun langsung duduk di belakang pria tersebut, sepanjang perjalanan tersebut mereka hanya diam tanpa kata, Nita hanya memeluk erat pria yang ia sayangi itu.
30 menit berlalu di jalan dengan kediaman mereka, merekapun samapai di rumah Nita, Rangga pun langsunga pamit pada Nita untuk pulang karena alasan di telpon ibunya. Ya udah aku pulang dulu ya sayang ujar pria tersebut, ya udah hati-hati di jalan yach. Nitapun langsung masuk ke rumahnya dan langsung masuk kamar.
Sedangkan Cika di rumahnya uring-uringan terus, Rangga yang di telpon dari tadi satupun ga ada yang di angkat. Hingga Cika nekad menghubungi no telpon rumahnya, namun ternyata nihil juga ternyata Rangga sudah pergi dari tadi.
Cika langsung menghubungi Nita, dan cerita pada Nita sambil menagis. Nita merasa iba terhadap Cika namun apa yang harus Nita lakukan.
Sementara Rangga pergi kesebuah taman dekat sekolahnya dulu. Disanalah pertama kalinya dia bertemu dengan Cika pada saat ospek Cika. Saat itu Rangga adalah panitia ospek. Rangga merasa tertarik terhadap cw tinggi semampai yang imut itu. Setelah mereka 2 bulah PDKT mereka jadian. Dan kini mereka hampir 2 tahun menjalani hubungan asmara. Rangga setahun yang lalu memasuki sebuah fakultas terkemuka di Jakarta.
Pada saat naik ke kelas 3 Cika mendapat teman baru yaitu Nita, Nita adalah pindahan dari Surabaya. Nita pindah ke Jakarta karena ayahnya di pinda tugaskan. Sejak adanya Nita, Cika merasa mempunyai sahabat baik dan sangat akrab. Cikapun memperkenalkan Nita terhadap Rangga.
Singkat saja 6 bulan persahabatan Nita dan Cika berjalan baik, hingga mereka dipisahkan oleh libur semester. Mereka berlibur dengan keluarganya masing-masing, mereka hanya bisa ngobrol via telpon saja.
Selama di Surabaya Nita ternyata bertemu dengan seorang pria Jakarta yang sedang berlibur pula. Dan selama liburan mereka saling menganal diri mereka masing-masing. Nita dan pria tersebut merasa cocok. Hingga pulang dair Surabaya mereka pulang bareng dan satu pesawat pula.
Didalam pesawat pria tersebut mengungkapkan perasaannya terhadap Nita, Nita merasa kaget setengah mati. Satu sisi dia bingung dan satu sisi Nitapun merasa cocok dengan pria tersebut.
Tapi Nita lebih memilih perasaanya, Nita memilih mencoba menerima pria tersebut sebagai kekasihnya tanpa Nita memikirkan apa yang aka terjadi nanti.
Nit aku jemput 15 menit setelah jam pelajaran berakhir yach? miss u.. Cika kaget melitah sms tersebut, waktu itu Nita menitipkan hpnya pada Cika sebelum ke toilet. Cika merasa disambar petir di tengah terik matahari, Cika menjatuhkan hp Nita, dan Nitapun buru-buru keluar dari toilet, tapi di dapatinya hpnya di lantai dan Cika sudah lenyap di balik pintu kelas.
Nita membuka hpnya tersebut, ternyata ada sms. Nita mengerti kenapa Cika marah! Namun Cika bingung apa yang harus dikatakan pada Cika.
Nita langsung menghubungi Rangga dan mengatakan apa yang telah terjadi, Rangga pun bingung harus berbuat apa. Ketika Nita masuk kelas Cika langusng menampar NIta, loe keterlaluan Ta loe ngerebut cowo gw. Tanpa kata-kata Nitapun diam seribu bahasa karena dia memang salah telah merebut pria yang sangat Cika cintai.
Tak lama kemudian Rangga datang, Rangga langsung bicara, cukup Cik! Nita dan gw sama-sama salah udah ngebohongin loe. Tapi kita saling mencintai Cik, gw juga bingung mau cerita dari mana sama loe kalau misalnya gw langsung jujur sama loe. Nita pun sama! Kita berdua ga mau nyakitin loe Cik, tapi cinta kita juga sama-sama kuat.
Terus kenapa loe ga jujur dari awal Ga! Ta??? loe ga harus bohongin gw kaya gini. Kalau dari awal kalian jujur mungkin gw ga akan sehisteris ini. Loe tau kan Ga gw cinta banget sama loe, dan loe juga tau itu kan Ta? Gw tau Cik tapi gw juga bingung kenapa gw waktu itu mau nerima Rangga ujar Nita.
Pertengkaran mereka bertiga berhenti ketika ada seorang guru datang. Dan mereka melanjutkan pembicaraan mereka di taman dekat sekolah setelah pulang sekolah.
Gw ngaku salah Cik ujar Rangga, gw juga ngaku salah Cik tutur Nita selanjutnya. Tapi kenapa kalian tega sama gw? kenapa loe ga mutusin gw dulu Ga? dan kenapa juga loe ga cerita Ta kalau sebenarnya cowo yang deket sama loe waktu di Surabaya itu Rangga? kenapa???? Cika histeris…
Pertengkarang mereka berakhir ketika Cika merelakan Rangga untuk Nita. Ga, mungkin gw bukan cw yang loe harepin dan loe Ta adalah cw dambaan Rangga. Gw ikhlas ngelepas Rangga buat loe Ta demi persahabatan kita, gw ga mau gara-gara ini persahabatan kita putus. Dan gw rela ngelepas loe Ga buat Nita demi cinta gw sama loe tutur Cika dengan linangan air mata. Tapi CIk, loe kan sangat mencintai Rangga ujar Nita, udahlah Ta gw ikhlas ko…
Cika memeluk Nita dengan eratnya dan merekapun menangis, makasih ya Cik loe dah mau berkorban buat gw, gw ga nyangka loe bisa kaya gini. Cika yang manja, egois, kini dah berubah. Makasih juga ya Ta loe dah mau bantu gw untuk berubah lebih dewasa.
Ga gw titip Nita yach? loe jaga dia baik-baik. Rangga pun menganggukkan kepalanaya.
Cika pergi dengan hati penuh sakit. Tapi iapun tetap harus tegas karna itu semua adalah jalan yang ia ambil demi persahabatannya.
Persahabatan Cika dan Nita tetap berjalan, begitupun hubungan antara Nita dan Rangga yang semakin erat.
Cerita ini mencerminkan persahabatan yang begitu kuat
Persahabatan lebih penting di banding percintaan.
Dan ketabahan hati adalah anugerah.
Demi cintaku padanya ku rela melepasnya demi kebahagiaannya,
dan demi persahabatanku ku rela melepasmu untuknya.
PERSAHABATAN
Dulu kita sahabat teman begitu hanyagat
Mengalahkan sinar mentari
Dulu kita sahabat berteman berbagai ulat
Berharap jadi kupu-kupu
Kini kita melangkah berjauh-jauhan
Kau juhi diriku karena sesuatu
Mungkin ku terlalu bertingkah kejauhan
Namun itu karena ku sayang
Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah menjadi indah
Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan
Persahabatan bagai kepompong
KEPOMPONG
By.
Yeti Kusmawati